Selasa, 19 Agustus 2008

Menggali Energi Alternatif dari Perairan


Kenaikan harga minyak Bumi telah memberikan inspirasi kepada manusia untuk mencari sumber energi alternatif untuk mempertahankan hidup. Sumber energi yang di identifikasi yang dapat daimanfaatkan oleh kita antara lain: panas Bumi, matahari, angin, gelombang, perbedaan suhu air laut, Konversi biomassa, arang, gambut,dan tenaga air. Sumber energi ini tersedia cukup melimpah dan jika dioptimalkan penggunaannya maka akan dapat mengurangi peran minyak bumi sebagai sumber energi.

Saat ini triliunan rupiah uang dibakar setiap tahun demi subsidi yang angkanya makin lama makin sangat fantastis untuk mengeruk uang APBN. Menurut Dr. Kurtubi, Direktur Center of petroleum and Energy Studies memprediksi Indonesia pada tahun 2010 akan mengimpor 60-70 % kebutuhan BBM atau setara lebih dari 700.000 barel perhari. Artinya dua tahun lagi Indonesia menjadi Negara pengimpor BBM terbesar di Asia. Pada tahun 2008 ini Indonesia diprediksi mengimpor lebih dari 40 persen kebutuhan BBM. Sebagai perbandingan dua negara dengan penduduk terbanyak di dunia yakni China dan India mengimpor BBM hanya di bawah 10 persen kebutuhannya.

Pada saat ini kita hanya memiliki kilang minyak (oil refinery) dengan total kapasitas produksi 1,057 juta barel hanya mampu menghasilkan 700 ribu barel BBM perhari. Dengan kebutuhan BBM 1,2 juta barel perhari sehingga saat ini untuk menutupi kebutuhan dilakukan dengan cara mengimpor BBM dari luar negeri dan jangan heran bila ada antrian pembelian BBM di negeri ini.

Mungkin timbul pertanyaan pada kalangan aktivis Mahasiswa dan LSM, mengapa negeri ini tidak segera membangun kilang baru agar “mandiri BBM” (self sufficient) seperti negara tetangga Malaysia, Thailand, Taiwán, Singapura, Jepang dan Korea Selatan? Negeri ini sudah pesimis membangun kilang baru karena saat ini tidak ekonomis. Biayanya supermahal (2,5-3 miliar dólar AS/kilang). Dan permasalahan lain ádalah Belum terjaminnya pasokan minyak mentah dari negara penghasil minyak mengingat mereka juga menjaga cadangan minyak buminya agar tidak menjadi negara net imported minyak bumi.

Dengan telah diidentifikasinya sumber energi di atas sebenarnya kita tidak perlu panik mengingat negeri ini terletak di khatulistiwa yang cukup disinari matahari sepanjang tahun. Hanya saja yang diperlukan adalah bagaimana kita memanfaatkan sumber energi yang masih tersedia ini.

Negeri ini merupakan negara kepulauan dengan luas perairannya 5,8 juta kilometer persegi. Banyak potensi sumber daya alam dari perairan. Potensi sektor pesisir dan lautan mencakup potensi perikanan tangkap, budi daya ikan laut, budi daya air payau dan Industri bioteknologi kelautan. Dalam sektor energi potensi lautan yang murah hanya dikenal sebagai penghasil migas lepas pantai. Kalau pun ada untuk mengembangkan sumber energi dari lautan butuh biaya yang sangat besar, sarat teknologi dan sarat ilmu. Namun ada yang kita lupa bahwa lautan atau sektor perairan juga berpotensi untuk menghasilkan biofuel.

Selama ini kita menganggap bahwa sumber biofuel hanya terdapat di daratan. Namun melihat perkembangan naiknya harga bahan pangan akibat efek dari pengembangan biofuel alangkah baiknya untuk kembali melirik lautan sebagai sumber biofuel. Dengan luas perairan yang luasnya luar biasa di negeri ini, kita bisa menjadikan perairan menjadi “tambang” biofuel yang luar biasa. Dan potensi itu ada pada algae atau ganggang.

Jika dibandingkan dengan tanaman daratan penghasil biofuel seperti Jarak pagar, Kelapa dan kelapa sawit maka algae jauh lebih unggul. Dari tiap hektar kebun jarak pagar yang diagung-agungkan sebagai penghasil biodisel, dalam setahun hanya menghasilkan 1.500 liter minyak. Ini kalah produktif jika dibandingkan dengan tanaman pesisir yakni kelapa dalam satu tahun mampu menghasilkan minyak 2.200 liter perhektar. Namun produktivitas kelapa akan kalah jika dibandingkan tanaman yang selama ini menjadi primadona propinsi ini yakni Kelapa Sawit. Tanaman kelapa sawit dalam satu tahun mampu menghasilkan minyak 5.800 liter perhektar.

Tapi dalam menghasilkan biofuel tanaman kelapa dan kelapa sawit mengalami kendala yakni harus berhadapan dengan sektor pangan. Mengingat kedua tanaman ini telah menjadi bagian dari sembilan bahan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Jika dilakukan pengembangan biofuel maka akan timbul permasalahan baru yakni krisis bahan pangan. Tanaman jarak pagar belum mampu untuk menutupi kekurangan energi mengingat produktifitasnya kurang jika dibandingkan dengan kelapa dan kelapa sawit dan luas daratan terbatas.

Solusi dari permasalahan ini adalah kembali ke sektor perairan yang selama ini selalu menjadi sektor yang termarjinalkan. Tanaman algae memiliki prospek yang sangat cerah untuk pengembangan energi. Potensi algae sangat produktif untuk menghasilkan biofuel jika dibandingkan dengan tanaman sawit sekalipun. Dari National Renewable Energi Laboratory (NREL) Colarado, Amerika dalam satu hektar tanaman ini mampu menghasilkan minyak 40.000 – 120.000 liter pertahun. Produktivitas algae memang luar biasa artinya dalam satu hektar budidaya algae setara dengan hampir 20 hektar tanaman sawit.

Produktivitas algae dalam menghasilkan biodisel bisa tinggi karena beberapa faktor. Algae efektif dalam mengubah nutrisi dan karbon dioksida (CO2) dari air dengan bantuan sinar matahari sehingga menjadi energi. Dan prosesnya berlangsung sederhana, cepat dan murah. Algae mampu hidup di air laut dan air tawar, sehingga budidaya tanaman ini dapat dilakukan cara terbuka dan ekstensif di perairan laut yang dikelilingi karang, danau, kolam dan kanal. Sehingga mampu membantu masyarakat terutama masyarakat pesisir untuk meningkatkan perekonomiannya.

Untuk memproduksi minyak atau bahan bakar dari algae, algae memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan nabati lain. Kelebihan ini adalah tanaman algae tidak perlu proses penggilingan untuk mengambil minyaknya. Minyak algae bisa langsung diekstrak dengan bantuan zat pelarut, enzim, pengempaan (pemerasan), ekstraksi CO­2, ekstraksi ultrasonik, dan osmotic shock. Tidak seperti bahan nabati lain, panen algae dapat dilakukan secara mudah, murah dan cepat sesuai dengan karakter bangsa ini.

Propinsi Riau sangat berpotensi dalam pengembangan algae untuk biofuel, selain dialiri empat sungai besar propinsi ini juga memiliki potensi pesisir Selat Malaka dari Rokan Hilir hingga Indragiri Hilir. Potensi yang lain yaitu adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang menjadikan propinsi ini menjadi Cluster Industry dan pelabuhan biofuel terbesar di dunia. Dan ini merupakan potensi besara untuk menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Industri ini tidak hanya menyerap tenaga kerja terdidik dan juga mampu menyerap tenaga kerja rumah tangga yang notabene ”wong ndeso” pesisir yang merupakan nelayan miskin melalui pola kemitraan.

Algae tidak hanya berpotensi menghasilkan biodisel. Komoditas ini juga bisa dijadikan bahan pangan, pakan ternak, industri farmasi, plastik, metanol, guna mengatasi pencemaran lingkungan yang selama ini menjadi momok yang menakutkan bagi pecinta alam. Sayangnya algae yang hebat ini suaranya ”nyaris tak terdengar”, yang gencar dipublikasikan justru komoditas lain. Dan lebih anehnya, Departemen Kelautan dan Perikanan juga belum menyentuh potensi algae yang luar biasa ini. Algae merupakan masa depan pengganti BBM yang potensial. Negeri ini dengan perairan tropisnya yang luas berpotensi memproduksi BBM dari algae ini. Dan ini sekaligus menjadi wahana untuk mensejahterakan nelayan miskin di negeri ini. Sudah saatnya kita ”memandang lautan dan melupakan daratan.” Sebab jika tidak maka seumur hidup kita mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.

IZINKAN AKU BERTUTUR 08


Bismillahirrahmanirrahiim

Menggapai Bidadari, Mengobati cinta yang membara

( Refleksi Bedah Buku : Indahnya Bidadari )

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

“Dan sampaikanlah berita kepada mereka yang beriman dan berbuta baik, bahwa bagi mereka mereka disediakan sorga-sorga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan, dalam sorga-sorga itu meeka mengatakan,’ inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya ( Q.S : Al-Baqarah: 25 )

Di dalam sorga-sorga ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit di dalam rumah. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni sorga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin (Q.S Ar-Rahman : 70-74)

Pada Suatu malam saya sangat merasa terpaksa untuk mendatangi suatu forum yang membicarakan pembicaraan yang sangat sensitive. Yaitu forum bedah buku dengan tema : “ Indahnya Bidadari” Selain temanya sangat sensitive, Saya juga dalam keadaan tidak begitu sehat. Sehabis ifthor maag saya kambuh. Namun, tiba-tiba HP saya berdering menanyakan bagaimana keadaan saya. Mereka sudah sangat paham dengan diri ini yang biasanya datang tepat waktu. Namun, saat itu terlambat. Ane bilang terusterang. Suara itu bilang bagaimana kami jemput. Wah kebetulan sekali. Saya setuju. Lima belas kemuadian sebuah kijang kapsul berhenti di depan sekre dan jadilah saya berangkat.

Acara belum dimulai saat saya datang. Begitu datang setelah basa basi sebentar. Acara dibuka dengan tasmi’ juz 30 secara bergantian dan dilanjutkan dengan tasmi’ Surat Al-Anfaal. Selesai lah sudah rangkaian taujih Rabbani. Lalu dimulai bedah buku tersebut. Subhanallah, rangkaian kata-kata itu seakan menjadi penyejuk jiwa, pelapang pikiran. Jika kita ikhlas berjuang di jalan 4JJI maka kita akan mendapatkan keridhaan 4JJI serta syurga dengan segala kenikmatannya. Termasuk Hurrun ‘Iin. Bidadari. Pasangan yang sempurna fisik dan akhlaknya. Pengobat duka lara. Pasangan yang paling setia. Pokoknya sempurna…..

Lalu apakah lagi yang akan kita risaukan apabila kita mendapatkan kebahagiaan diakhirat. Sebagai imbalan bagi pahit getirnya perjuangan dan jihad dalam berdakwah? Akhirnya ditutup dengan perkataan apabila kita merasakan sesak dalam berjuang ingatlah janji 4JJI ini. Apa lagi bagi yang belum mempunyai pasangan hidup, pendamping perjuangan. Kata amir pertemuan menutup majlis ini. (Ia nyindir saya yang satu-satunya belum walimah dalam forum tersebut). Jujur pada mulanya saya sudah menyiapkan diri untuk menghadapi semua itu.

Saudaraku yang ingin mendapatkan keridhaan 4JJI !

Bidadari. Itulah gambaran wanita yang sempurna dan paripurna. Bidadari. Hanya diperuntukkan kepada hamba-hambanya yang saleh. Bidadari. Adalah wanita-wanita yang cakap menjalankan kewajiban-kewajiban kepada suami mereka. Bidadari. Kecantikan meeka tidak pernah terlintas dalam pikiran manusia. Bidadari. Adalah bagian dari nikmat sorgawi yang belum pernah terlihat oleh mata. Bidadari oh bidadari … 4JJI sengaja menciptakan engkau dengan sempurna, diingin setiap mata, suaramu yang lirih dan merdu selalu dirindukan telinga yang senantiasa mendengarkan perintah 4JJI, membawa kesejukan dan ketentraman jiwa.

Saudariku yang ingin mendapatkan keridhaan 4JJI !

Antara bidadari dan muslimah memiliki kesamaan fungsi, keduanya telah diamanahkan 4JJI dengan fungsi sebagai istri. Sifat-sifat bidadari di dalam Al-Qur’an dan Hadist meliputi tiga sifat yang nampak. Yaitu, pertama, sifat jasmaniah. Kedua, sifat kesepadanan syariat.ketiga, sifat perumpamaan bidadari pada wanita yang mukminat, Shalihat dan harokiyat.

Dengan begini barulah terlihat kesepadanan antara kedua jenis makhluk 4JJI ini. Bidadari dan muslimah perbedaan dan kesepadanan.keutamaanya adalah mereka adalah istri bagi Hamba yang shaleh. Mereka yang akan berjodoh dengan keduanya dan dapat menikmati sorga yang telah dijanjikan 4JJI. Sehingga ada yang mengatakan. Pabila istri kita juga shalihat. Maka badannya bidadari dan kepalanya adalah istri yang shalihat tersebut. Wallahu’alam.

Ikhwan wa akhwat semua yang ku inginkan istiqomah berhimpun di jalan 4JJI!

Sifat kecintaan kepada seseorang dan saling mencintai adalah fitrah insaniyyah. Kita orang-orang yang berada dalam suatu wadah pergerakan dakwah yang sering berkumpul kadangkala merasakan perasaan-perasan tersebut. Syukur kalau kita sudah mendapatkan pendamping yang syah. Kalau tidak kan jadi berabe. Kita orang-orang yang berada dalam wajihah siyasi adalah orang-orang yang rentan mengalami semua ini. Bahkan ada istilah CBSA ( Cinta Bersemi Saat Aksi). Atau virus merah jambu yang menjangkiti kita.

Saya pikir kita semua harus jujur mengakuinya. Demi Rabb yang mengatur kehidupan ini saya juga pernah merasakannya. Namun, ada sepotong kalimat yang ingin kuungkapkan kepada kita semua bagaimana mengobati cinta yang membara itu ? Cinta yang seharusnya tidak hadir. Cinta yang seharusnya murni hanya untuk 4JJI dan orang yang telah dihalalkan oleh tuntunan Syariah.

Saudara dan Saudari Yang menghendaki dimuliakan 4JJI ! Maukah engkau menyimak apa yang dituliskan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya “ Mukhtashar Zadul Ma’ad Bab ke IV dengan tema Mengobati Cinta Yang Membara.

“ Ini termasuk penyakit hati, yang berbeda dengan penyakit-penyakit yang lain, baik wujud, sebab dan cara penyembuhannya. Jika cinta yang membara ini benar-benar telah mencapai puncaknya, maka dokter dan obat apapun tidak akan mampu menyembuhkannya. Ada dua golongan Manusia yang dijelaskan 4JJI di dalam kitabNya tentang cinta yang membara ini, yaitu istri Al-Aziz terhadap Yusuf As dan kaum Luth yang mencintai anak laki-laki yang tampan.

Ada sebagian orang yang berpendapat, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga terhinggapi cinta yang membara terhadap Zainab bin Jahsy, sehingga mereka menjadikannya sebagai topik kajian buku tentang cinta yang membara, maka ini merupakan kebodohan tentang Al-Qur’an dan diri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam serta hikmah Ilahi yang terkandung dalam kisah pernikahan beliau dengan Zainab, yang sebelumnya menjadi istri anak angkat beliau Zaid bin Haritsah. Memang tidk dipungkiri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sangat mencintai para Istri beliau. Dan yang paling beliau cintai adalah Aisyah.

Cinta yang membara adalah gambaran dua perkataan : menganggap bagus orang yang dicintai dan keinganan berhubungan dan berinteraksi dengannya. Cinta itu sendiri bermacam-macam. Yang paling utama dan paling agung adalah cinta karena 4JJI dan bagi 4JJI. Cinta ini mengharuskan cinta terhadap apa yang dicintai 4JJI, mengharuskan cinta kepada 4JJI dan RasulNya.

Ada juga cinta karena kesamaan jalan, agama, madzhab, kerabat, keahlian, tujuan dan lain sebagainya. Ada pula cinta yang ingin mendapatkan keinginan tertentu dari orang dicintai, entah kedudukan, harta, tuntunan atau pengajaran. Yang demikian hanya cinta yang tampak dipermukaan yang terlalu cepat sirna karena sirnanya sebab.

Karena cinta yang membara adalah merupakan suatu penyakit hati, maka ia masih dapat disembuhkan, entah dengan cara apapun. Jika orang yang dilanda cinta yang membara mendapatkan jalan untuk berhubungan dengan orang yang dicintai menurut syariat dan ketetapan, maka itulah cara penyembuhannya.

Jika tidak mendapatkan jalan untuk berhubungan dengan orang yang dicintainya, maka ini merupakan penyakit yang berat. Cara penyembuhannya adalah dengan menimbulkan keputusasaan tentang apa yang hendak diinginkannya, sehingga dia benar-benar putus asa.”

Marilah menggapai cinta sejati kepada 4JJI! Mari lah kita gapai bidadari wahai saudaraku ! Marilah menjadi bidadari dunia wahai Saudariku ! Sesungguhnya cinta kepada 4JJI diatas segalanya. Allahu Ghoyatuna !

Akhirnya ku diantar pulang kembali ke sekre perjuangan ini sekitar jam 10:30 malam dan malam itu Saya betul-betul tidur dengan nyenyak dan tidak bermimpi apapun. Semoga berguna dan bermanfaat bagi kita semua . Wallahu’alam

Abu Jundii ( HUD-HUD) Markazud Jihad 13 Ramadhan 1425 H/

27 Oktober 2004 M Rabu, 14: 52

IZINKAN AKU BERTUTUR 07


Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Iblis berkata : “ Ya Tuhanku oleh sebab engkau telah memutuskan aku sesat,pasti akau akan menjadikan mereka memandang baik perbuatan maksiat di muka bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis diantara mereka (Al-Hijr : 39-40)

Subhanalloh, Alhamdulillah 4JJI Subhanawata’ala menyampaikan umur kita kepada bulan yang teramat Mulia. Bulan Ramadhan. Seakan terbayang dan terpampang jelas di hadapanku saat ini beratnya perjuangan perang Badr yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Letihnya dan paniknya para sahabat menghadapi peperangan Ahzab. Ditengah pembelotan kaum yahudi dan penantian terhadap tentara musyrikin. Sedangkan mereka dalam keadaan lapar menggali parit yang akan digunakan sebagai sebagai pertahanan bagi kota madinah. Kota rasul kota yang mulia dan diberkahi. Lalu pembebasan Khaibar juga dilakukan dalam bulan Ramadhan.

Namun sekarang kita berada dalam kelapangan yang sangat lapang. Keamanan yang teramat nyaman. Walaupun secara pribadi mungkin ada diantara kita dalam bulan Ramadhan ini ada dalam keadaan sakit dan berduka. Namun semua itu tidaklah akan menyurutkan langkah kita untuk memanfaatkan bulan Ramadhan ini sebagai madrasah untuk latihan meningkatkan kualitas dan kuantitas amal kita Insya 4JJI. Sehingga kita tidak lagi terjerat dalam jebakan Syetan dan Iblis yang membuat kita merasa tenang dengan kemaksiatan yang kita lakukan. Semoga kita termasuk pada orang-orang yang ikhlas.

Manusia yang memandang maksiat adalah cirri-ciri dari manusia yang riya dan munafik. Mari kita perhatikan secara seksama dalam surat Al-baqarah , 4JJI subhanawata’ala menjelaskan ciri-ciri mereka panjang lebar sekitar 20 ayat. Kita ambil salah satu contohnya dalam ayat 13 apa yang mereka katakan ?

Apabila dikatakan kepada mereka : “ Berimanlah sebagaimana orang-orang lain yang telah beriman. Mereka menjawab : “ Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah sesungguhnya merekalah orang-orang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. ( Q.S Albaqarah : 13)

Saudaraku yang ingin memegang predikat mukhlis ! saya ingin mengajak anda semua untuk merasakan perasaan yang saya rasakan saat seorang asatidz menyampaikan suatu taujih ruhaniyah dalam menyambut Ramadahan ini. Beliau berbicara mengenai maksiat. Mengapa begitu sangat ingin saya menyampaikan kepada antum semua persoalan ini ? disebabkan oleh sebuah sabda Rasulullah yang menyatakan orang yang mendengarkan wajib menyampaikan, mana tahu orang yang mendengar mempunyai pemahaman yang lebih dari orang yang menyampaikannya. Karena agama itu adalah nasehat dan kita di suruh oleh 4JJI untuk saling menasehati dalam kebaikan, kesabaran dan kasih sayang. Maka mari kita simak secara seksama.

Dalam kehidupan kita seorang dai yang menyatu dalam rentak yang sama dalam suatu jamaah ukuran kemaksiatan itu lebih jelas daripada apa yang dipahami oleh orang awam. Maksudnya orang-orang yang belum bergabung dalam suatu jamaah haroki dakwah seperti apa yang kita nikmati sekarang ini. Imam hasan Al-Banna Muasis dakwah Ikhwanul Muslimin menerangkan secara detil ukuran kemaksiatan itu dalam bingkai Arkanul Baiah. Sehingga seorang ahdo’ dakwah dapat mengetahui posisinya saat itu apakah sudah bermaksiat atau belum. Serta dengan ikhlas melakukan uqubah diminta ataupun tidak diminta oleh jamaah itu sendiri. Karena sudah mengetahui kelalaian yang telah dilakukannya.

Dalam siroh nabawiyah kita sudah mengetahui dengan seksama apa yang dialami oleh Ka’ab bin Malik yang rela dan ikhlas menjalani hukuman dari qiyadah dakwah waktu rasulullah dengan diboikot oleh semua manusia yang ada di madinah selama 50 hari penuh. Sangugupkah kita melakukan apa yang telah dicontohkan para orang-orang mulia dan dimulikan oleh 4JJI tersebut. Insya 4JJI sanggup.

Kesanggupan itu dapat kita dapatkan kalau kita mampu meningkatkan kualitas diri kita dengan tarbiyah dzatiyah. Saya sekaligus ingin menjawab mengapa jamaah kadangkala tidak menegur ahdo’nya yang bermaksiat dan lalai atas tugas-tugasnya? Mengapa jamaah atau qiyadah tidak dapat menjaga seorang ahdo’ untuk tetap dalam alur yang telah ditetapkan oleh syariat Islam itu sendiri. Saya secara pribadi beranggapan itun adalah tanggapan yang sangat egois.

Ingatlah Saudaraku! Pertanggungjwaban itu akan di minta 4JJI secara pribadi. Kita bermaksiat maka kitalah yang akan menanggung akibatnya. Jamaah dan dakwah ini peunya keterbatasan karena bukan antum saja yang akan diperhatikan. Ingatlah seseorang yang sudah menyandang predikat kader harus bersama-sama menyukseskan cita-cita jamaah dan Islam ini sekuat tenaganya. Jangan menajdi orang-orang yang manja. Karena masih banyak umat yang memerlukan kemanjaan dari kita. Karena mereka memang belum mengetahui untuk apa mereka hidup.

Semoga yang saya ungkapkan ini bermanfaat. Karena kalau kita buka-buka lagi materi tarbiyah yang berjudul “ Ahdamut Tarbiyah “ ( tujuan dari tarbiyah) adalah untuk menghasilkan prajurit dakwah yang gemar berharokah. Saya bpernah membaca tulisan seoprang ustazah “ Sitaresmi “ dalam majalah saksi yang begitu gamblang menjelaskan hal ini.

Beliau menggambarkan kegitan harokah seorang prajurit dakwah itu seperti gelombang air laut. Walaupun tidak selalu besar tetapi terus bergerak sehingga air laut itu senantiasa bersih dari limbah dan sampah. Karena kita sudah mengetahui bahwa air laut itu adalah air suci dan mensucikan. Sehingga papun yang ada dalam laut itu halal dimakan walaupun dalam keadaan mati.

Marilah kita bergerak sehingga kita dalam mensucikan diri kita dari maksiat. Mensucikan lingkungan kita dan jamaah kita dari maksiat. Karena boleh jadi kegagalan dalam dakwah karena ada salah seorang ahdo’nya bermaksiat sedangkan ia tidak merasa sedang bermaksiat. Semoga 4JJI menerima taubat kita yang yang dirajut dengan benang-benang penyesalan dan di celup dengan air tekad untuk tidak mengulanginya lagi. Semoga amal shaum kita mendapatkan imbalan yang setimpal dari 4JJI subhanawata’ala.

Abu Jundii ( HUD-HUD) Markazud Jihad 02 Ramadhan 1425 H/

17 Oktober 2004 M Sabtu, 14: 29

Izinkan Aku Bertutur (6)

Bismillahirahmanirahim

( Ane Mencintai Antum Semua Karena Allah Swt )

Kutuliskan kata-kata ini dalam keadaan mata yang masih basah karena air mata. Perjalanan waktu terasa begitu cepat berlalu. Nampaknya Ikrar perjuangan harus dipercepat. Mungkin Ane akan meninggalkan antum semua secara Jasadi. Namun, secara psikologis dan Ruhy antum semua akan ada dalam relung hati Ane.

Disinilah kita merencah dan bertindak/ memerah pikiran melerai masalah

Namun kita tetap manusia tenaga kita tak kemana ….

Masihkah antum ingat taujihat Ane “Inilah Kita! Siapa dan Mana Mereka ? “ inilah kita ikhwatifillah semua. Manusia lemah yang kurang bertenaga. Inilah Ane Manusia lemah dan tidak bertenaga. Inilah Ane dengan segala keterbatasan Ane. Inilah Ane yang sangat cinta dengan 4JJI, wajihah dakwah yang bernama KAMMI dan antum Semua. Sebenarnya Ane tidak sampai hati untuk menyampaikan ini semua. Namun, sebuah perjuangan butuh perhentian. Butuh terminal untuk sekedar Recovery.

Kita dikumpulkan 4JJI disini dengan takdir Ilahi. Namun Apadaya ada suatu saat yang akan memisahkan kita.

Disnilah kita berpikir dan bekerja/Namun kita tetap lemah …

Hanya bersandar pada 4JJI …

Ya 4JJI, yang semua rahasiaku kutitipkan pada-MU. Ya 4JJI yang selalu menyayangiku. Ya 4JJI selalu menguatkan ku. Mengapa terasa berbelit untuk sekedar mengutarakan apa sebenarnya yang ingin ane ungkapkan..ini… ? Hanya kepada-MU Hamba yang lemah ini menyandarkan diri. Banyak hak yang harus Ane penuhi. Banyak kewajiban yang belum tuntas. Banyak amanah yang masih terbengkalai. Banyak ummat yang masih ingin menanti uluran tangan.

“Sesungguhnya Tuhan Kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,Lalu Dia bersemayam di atas Arsy.Dia menutupkan malam kepada Siang yang mengikutinya dengan cepat, (diciptakannya pula) matahari,bulan dan bintang-bintang tunduk pada perintahNya.Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.Maha suci Allah,Tuhan Alam Semesta. Berdoalah kepada TuhanMu dengan berendah diri dan suara yang lembut.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.Dan janganlah kamu membuat kerusakan di Muka bumi dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya Rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.( Q.S 7 AL-A’RAAF: 54-56)

Inilah kita yang takut akan kemaksiatan kita akan membawa pada kemurkaan Allah. Selalu mengharap agar Allah memberikan keridhaannya kepada kita. Tanpa itu semua kehidupan ini akan terasa hampa. Tanpa itu semua kita sesungguhnya kita hanya hamba yang tidak tahu apa-apa. Hanya lantunan doa yang penuh dengan rasa khauf dan raja’ menjadi kekuatan kita. Sesungguhnya doa adalah kekuatan mukmin yang paling dahsyat. Marilah kita bersama berdoa agar kita bisa istiqomah dalam jalan ini. Ikut dalam barisan para mujahidin walaupun hanya pada barisan yang terakhir.

Ane ingat sekali syair Umar ibnu Khatab yang menggambarkan keistiqomahannya dalam berjuang. Coba kita pahami dan renungi semangat yang mendalam ini, “ Jika ada seribu pejuang, maka Aku salah satunya!/ Jika ada seratus pejuang maka Aku salah satunya!/ Jika ada sepuluh pejuang maka Aku salah satunya!/ Jika hanya ada satu pejuang maka itulah Aku!!” Sanggupkah kita berkata seperti itu saat ini? Disaat kita mencoba memperjuangkan kebenaran. Namun kita mendapati realitas di lapangan tidak ada lagi yang mau memperjuangkan kebenaran tersebut. Mereka yang notabene Saudara kita malah selalu mendompleng kita dari dalam. Selain itu, kita mendapat perlawanan yang kuat dari musuh kita yang di luar. Kita sangat merindukan persatuan dan kesatuan itu terwujud. Kita sebenarnya tidak peduli siapa yang akan berada di depan. Kita tidak peduli itu semua. Namun nampaknya harapan itu masih jauh untuk ukuran sekarang ini.

Isbir ya akhi wa ukhti semua, tetaplah tegar menjaga diri kita tetap dalam barisan ini. Mengajak saudara-saudara kita yang lain untuk bergabung dalam kafilah ini..Afwan atas segala apa yang saya lakukan selama ini kepada antum semua.Karena tidak semua antum dapat saya perhatikan dan carikan solusi permasalahannya..Afwan sekali lagi. Jazakallah atas segala yang antum lakukan selama ini.Tetaplah tegar karena antum beruntung sebagai orang yang dipilih Allah dalam jalan dakwah ini.Jalan yang tidak banyak orang yang merasakan nikmatnya, do’akan saya juga.Tidak banyak orang yang dipilih Allah untuk mengemban tugas suci ini.

Inilah kita yang senantiasa mempunyai tekad untuk memperjuangkan kebenaran Al-Islam. Inilah kita yang telah menetapkan tujuan kita adalah Allah. Inilah kita yang menetapkan teladan kita adalah Rasulullah.Inilah kita yang telah meneguhkan bahwa hanya Al-quran undang-undang kita.Inilah kita yang telah menegaskan jihad jalan perjuangan dan Syahid di jalan Allah sebagai cita-cita tertinggi kita. Inilah kita…

Masih kuingat pesan dikala jiwa ini lemah.

“Gantungkan asamu! Serahkan masalah hanya kepada Allah dengan selalu Qiyamullail, melingkar & bergerak bersama jamaah dalam suka maupun duka (Sms dari Ust. Nurdiin 24/03/2003 20:06) “Mintalah kepada Allah, ihdinash shirothol mustaqim sampai yaqin” (sms dari ust.Nico Rialdo 24/03/2003 20:32) Alhmadulillah Allah memberikan kata-kata penggugah semangat istiqomah dikala dada ini terasa sesak dengan beratnya amanah ini. Hanya Allahlah sebaik-baik tempat mengadu.Selamat datang segala tantangan Latihlah jiwa kami ini menjadi kuat dan menjadi Singa-Singa dakwah yang berhati Malaikat.AllahuAkbar!!!

Ane ingin antum semua jadi singa berhati malaikat ….

Izinkan Aku Bertutur (5)

Bismillahirahmanirahim

( Menyikapi Perbedaan )

Pagi ini selagi bersih-bersih Ane nemuin coretan yang isinya :

Perbedaan itu Indah, jika di kelola dengan baik

Seperti kue ini yang terdiri dari beberapa bagian

Semuanya berbeda Tapi semuanya bersatu

membentuk kue yang bisa dinikmati

Perbedaaan merupakan keniscayaan. Fitrah. Yang paling penting adalah bagaimana cara kita menyikapi semua perbedaan yang ada. Setuju tidak … sodara-sodara. Dalam ukhuwah Islamiyah ada namanya fase taa’aruf , Tafahum, Taa’awun, Takaful yang akan melahirkan rasa Itsar. Bukankah 4JJI juga menjelaskan bahwa kita manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling kenal-mengenal dan saling berinteraksi. Interaksi positif sehingga peranan kita Khilafatu fil Ardhi tercapai. Bahkan Rasulullah menyatakan manusia itu bagaikan bahan tambang. Lalu kalau sudah begitu mengapa kita takut berbeda?

Mengapa Takut Berbeda ?

Seandainya semua sama dan serupa

Apakah kan menjamin bahagia ?

Seandainya semua sempurna

Lalu dimanakah letaknya Rabbi alam semesta

Seandainya semua baik dan mulia

Lalu dimanakah letaknya wibawa

Seandainya semua cendikia

Lalu dimanakah letaknya kharisma

Perbedaan memang harus ada

Tanpa ada perbedaan tiada beda mulia dan hina

Mari kita sikapi perbedaan yang ada secara positif. Mari kita jadikan perbedaan menciptakan cita ukhuwah yang hakiki. Karena Persaudaraan yang dilandasi dengan perbedaan memang bagaikan kue. Terdiri dari bahan yang berbeeda saling melengkapi. Sehingga menghasilkan kue dengan cita rasa yang tinggi. Wallahu’alam.

Abu Jundii Markazud Jihad (Jum’at) 14 Jumadil Ula 1425 H/ 2 Juli 2004 M (14.48 WIB)

Izinkan Aku Bertutur (4)

Bismillahirahmanirahim

(Makna Kata Berbisa)

Setiap kata yang terucap adalah kata yang harus dipertanggungjawabkan. Kata adalah rangkaian dari huruf. Kata adalah unit terkecil dari sebuah kalimat. Kalimat inilah yang akan mengguncangkan dunia. Kata memang sesuatu yang berbisa. Bisa yang mematikan dan bisa membunuh. Inilah dunia kata. Yang akan berkata dengan atau tanpa kata. Sungguh! Tidak setiap kata yang bermakna. Kalau pun bermakna.belum tentu berbisa.

Makna Kata Berbisa

Getaran rasa semakin membuncah

Gejolak perasaan telah tertumpah

Hakikat kenyataan menampakkan dirinya

Hilangkan nestapa menyambut cita-cita

Setiap kata terhunjam makna-makna berbisa

Riuh rendah ungkapan tidak akan mematikan rasa

Bergerak sibakkan kegelapan kejahiliyahan

Memburu suara-suara sumbang kezaliman

Samapai menang atau tersungkur syahid

Pengorbanan diri adalah bukti

Setiap ucapan adalah permata

Setiap isyarat adalah instruksi pergerakan

Tak perlu banyak kata

Cukup beberapa kata dengan makna berbisa

Itu sudah sangat cukup

Cukup untuk mengguncang dunia

Kata yang mengguncang dunia adalah kata yang penuh makna

Kata bermakna tidak harus mempunyai gaya bahasa tinggi

Sederhana tetapi menyentuh relung kalbu

Kata sederhana yang berasal dari kedalaman jiwa

Kedalaman jiwa yang penuh maknawiyah

Selalu menghamba kepada 4JJI sang pencipta

Menghilangkan penghambaan kepada selainnya

Maka maknailah setiap kata agar menjadi kata-kata dengan makna berbisa

Kata yang bermakna adalah kata yang bisa membaca kehidupan

Apabila engkau ingin membaca kehidupan

Yang membentang bagaikan buku terbuka

Jangan engkau biarkan spercik nyalapun terpercik dari obornya

Bacalah buku yang melekat di hati itu

Dengan sikap ramah dan penuh pengertian

Jangan engkau jelajahi negerimu

Bagaikan orang asing yang kelana kembara

Dinegeri asing yang tidak diketahuinya

Abu Jundii Markazud Jihad (kamis) 13 Jumadil Ula 1425 H/ 1Juli 2004 M (14.48 WIB)

Izinkan Aku Bertutur (3)

(Cermin)

Bismillahirahmanirahim

Ane termasuk jenis orang yang kurang bisa kurang piawai menggunakan bahasa lisan. Langsung to the point dan menohok. Langsung penalti. Tidak piawai menggiring bola kata-kata seperti Ronaldo dan pemain sekaliber Maradona dalam menggiring kata-kata. Ane dari kecil lebih menyukai menulis dalam mengungkapkan apa yang ingin ane inginkan atau dengan bahasa tubuh. Biasanya orang-orang yang terdekat paham dengan bahasa tubuh ane. Mereka tahu sekarang Ane lagi marah… Jengkel… Sedih atau bahagia atau berterima kasih. Semuanya ane lakukan dalam Diam.

Akhir-akhir ini merasakan ada kekesalan pada antum semua berkaitan dengan kata-kata yang ane lontarkan. Ane tahu ane salah… ane tahu ane orangnya terlalu meledak-ledak. Bukankah pada awal pelantikan ane sudah menyatakan bahwa ane ini orangnya terkadang keras maka lembutkanlah. Terkadang ane ini terlalu lembut tegaskanlah. Kadang kala diri ini terlalu terburu-buru.ingatkanlah. terkadang diri ini terlalu lambat lecutlah.

Ane tidaklah lebih baik dari Antum semua. Hanya saja 4JJI memberikan ane amanah yang lebih berat dari Antum semua. Maka, janganlah biarkan kekesalan itu bagaikan api dalam sekam. Diam tetapi membakar dan memusnahkan. Agama ini adalah nasehat. Maka nasehatilah Ane. Jangan dipendam didalam hati.

Ada satu hal yang ingin Ane ingin ingatkan… apabila suatu masalah itu sudah dianggap selesai maka jangan diungkit-ungkit lagi. Biarkanlah ia jadi pelajaran. Masalah seperti inilah yang sering terjadi. Ane anggap masalah itu sudah selesai tetapi nyatanya di lapangan masih dibicarakan dan diwacanakan. Bukankah kita masih ada pekerjaan yang juga harus dituntaskan?

Kita satu sama lain bagaikan cermin. Apakah itu cermin? Nah inilah dia …

Cermin

Kebeningan hati adalah cermin

Bening dan memancarkan mozaik kejujuran

Cermin bagaimanapun bersih dan cemerlang

Tetap membutuhkan cahaya

Cahaya yang memuat foton-foton kehidupan

Senantiasa beredar tenang

Meluncur bagaikan hujan yang ditingkahi oleh suara kodok

Indah, imajinatif,hidup dan harmoni

Kebeningan cermin harus senantiasa dijaga

Jangan biarkan satu butir debu menodai

Hapuslah dengan saputangan taubat

Merupakan rajutan benang-benang penyesalan

Diwarnai dengan celupan mujahadah

Cermin akan memancarkan kenyataan

Kenyataan kejujuran apa adanya

Bayangan cermin senantiasa terbalik

Membalikkan kembali penilaian

Kepada bayangan itu sendiri

Namun banyak yang tidak mengerti

Berbuat kebalikan dari dirinya

Seperti bayangan di dalam cermin

Kita adalah cermin satu sama lain. Maka marilah kita saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Afwan untuk semua kata-kata yang terlontar tidak pada tempatnya. Wallahu’alam

Abu Jundii Markazud Jihad (kamis) 13 Jumadil Ula 1425 H/ 1Juli 2004 M (09.56 WIB)

SPIRIT DAKWAH